Didiskualifikasi Sefihak, Aktifis Ini Kritik Keras Gubernur Zul Soal Beasiswa

Lotim, Lombokfile.com,  Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah yang dialami salah seorang putra terbaik NTB Hasan Saipu...

Lotim, Lombokfile.com, Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah yang dialami salah seorang putra terbaik NTB Hasan Saipul Rijal. Aktifis yang banyak membantu masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial ini terpaksa harus gigit jari karena didiskualifikasi secara sefihak oleh panitia seleksi program beasiswa ke Malaysia yang diadakan Gubernur NTB.

Kepada lombokfiles.com Hasan menceritakan kronologi ketidaklulusannya. Dimulai pada tanggal 24 Mei 2019 panitia menghubunginya via email bahwa ia dinyatakan lulus administrasi dan diminta mengikuti tes wawancara pada tanggal 30-31 Mei 2019.

Hasan dihubungi panitia kembali pada Tanggal 28 Mei 2019 disertai dengan kiriman jadwal tes wawancara. Disurat tersebut sangat jelas tertulis, tes wawancara dijadwalkan pada Maret 2019, namun belakangan, diketahui panitia mengaku salah ketik terkait jadwal tersebut yang sebenarnya berlangsung pada 30-31 Mei 2019.

"Karena di jadwal tertulis tes wawancara pada bulan Maret, jadi tanggal 29 Mei itu saya hanya serahkan Ijazah dan persyaratan lain, panitia tidak mengkonfirmasi jika 30 Mei itu tes wawancara dilakukan" Keluhnya.

Bahkan kata Hasan, pihak panitia sepertinya sengaja lambat merespon pertanyaan-pertanyaanya terkait jadwal Valid tes wawancara ini.

Hasan yang memiliki akun Facebook Hasan Gauk ini juga menulis curhat panjang beserta Screenshoot Chatnya dengan panitia di akun Facebook Pribadinya Hasan Gauk pada Senin (3/6) kemarin dan sudah dikomentari lebih dari 150 komentar.

Berikut curhat panjang Hasan Gauk di Akun Facebooknya

"Kunci Hidup Sukses di Indonesia, (1) Doa (2) Ikhtiar (3) Memiliki Orang Dalam.

Kepada Yth. Bapak Gubernur NTB Zul Zulkieflimansyah. Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas program beasiswa yang sudah dijalankan pemerintah Provinsi NTB guna memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia khususnya.

"Bung Zul, saya salah satu warga masyarakat Anda yang ikut mendaftar untuk ikut serta dalam beasiswa aktivis yang akan Bung kirim ke Malaysia. Kebetulan, ada beberapa teman saya saat ini sedang melanjutkan studinya di sana, baik yang S2 dan S3-nya. Pada tanggal 10 Mei 2019, saya di kontak seorang kawan yang sedang kuliah di sana sembari menyertakan sebuah pamflet undangan tes beasiswa ke Malaysia. Sebelumnya saya menolak, saya sudah bosan sekolah, toh ilmunya itu-itu saja, maka saya lebih memilih banyak membaca dari pada harus kuliah lagi, begitu jawab saya.

Namun, teman-teman saya "merayu" dan meminta saya untuk ikut tes, "di sini, kita bangun link, di sini juga banyak program, termasuk program pengentasan kemiskinan, juga kami sedang banyak membantu rekan-rekan TKI dan TKW yang sedang bermasalah". Jujur, setelah berulangkali, akhirnya saya luluh juga.

Pada tanggal 20 Mei 2019, saya mengirim berkas ke email yang tertera di pamflet pengumuman. Lalu pada tanggal 24 Mei, pengumuman administrasi saya "Lulus". Selanjutnya penyerahan berkas untuk mengikuti tes wawancara.

Saya lalu dari Lombok Timur menuju Mataram pada tanggal 28 Mei, saat itu masih "bulan Ramadan", besoknya, pada tanggal 29 Mei saya mengantar berkas ke Kantor Gubernur pada pukul 08.30, karena merasa khawatir, saya mengontak panitia yang sudah ditunjuk penyelenggara, Mbak Tutik namanya, pada hari itu juga, WA saya low respon oleh Mbak Tutik ini, bisa dilihat di gambar yang saya sertakan. WA saya hanya dibalas sekali saja, itupun setelah berpuluh-puluh kali saya telpon.

Dalam dokumen yang saya serahkan, di sana dengan jelas, penyelenggara meminta "nomor kontak peserta dan email".

Bung Zul, dan khususnya Mbak Tutik yang tidak sempat saya lihat wajahnya itu, saya tinggal di Kabupaten Lombok Timur paling Selatan, tentu Bung lebih paham bagaimana kondisi wilayah ini, bukan? Kecuali memang kalau Bung tidak pernah benar-benar mau tahu tentang kondisi di wilayah ini dan lebih banyak melakukan pembangunan di Sumbawa. Maksud saya, pemberitahuan yang dilakukan pihak panitia itu lewat email, terus apa gunanya mereka meminta nomor kontak, hah!? Saya bertanya pada mereka tanggal 29 itu namun tidak direspon, akhirnya saya memilih pulang ke rumah saya di Lombok Timur. Tepatnya di Jerowaru.

Kejanggalan selanjutnya adalah saat saya menerima email dari pihak panitia, di sana tertera lagi "Kegoblokan" yang dilakukan, tertera tanggal 31 Maret, bukan 31 Mei, saya lalu mengkonfirmasi tanggal tersebut, dan jawaban panitia Bung membuat saya agak jengkel dan tergelitik, "Bulan Mei mas, salah tulis". Jadi akhirnya saya di diskualifikasi lantaran tidak mengikuti sesi wawancara. Baik, saya terima dengan lapang dada, karena dalam aturan, jika tidak ikut sesi wawancara ini maka; peserta dianggap diskualifikasi.

Bung, saya menilai, di sini ada indikasi permainan, seperti yang saya tulis pada kalimat pertama, "kunci hidup sukses di Indonesia". Jujur, saya tidak memiliki orang dalam, Bung. Kalau saja sesi wawancara saya ikuti, mungkin saya juga berkesempatan untuk lulus. Toh beasiswa ke Eropa saja saya tolak karena beberapa alasan, dan itu jauh lebih rumit seleksi yang dilakukan, dan lebih profesional, tentunya.

Bung Zul yang saya cintai, program beasiswa ini sangat keren dan cukup membantu, tapi ini harus dilakukan dengan cara yang baik tentunya, namun jika ini hanya sebatas permainan yang dilakukan oleh beberapa pihak saja lebih balik program beasiswa itu ditiadakan saja, dari pada beberapa oknum-oknum itu melakukan indikasi kecurangan"
Apakah Bung Zulkieflimansyah terlalu sibuk mengurus proyek jalan 1 T di Sumbawa itu? Kalau iya, mending Bung bangun Provinsi Sumbawa saja sekarang, dan menetaplah di sana.


Mungkin saya masih ditakdirkan untuk tinggal lebih lama di Lombok, toh, di sini juga masih banyak membutuhkan perhatian"

COMMENTS

-- Lombok Files Tengah Artikel
Name

berita,55,Daerah,50,Entrepreneurship,2,Headlines,72,Lifestyle,5,Lombok Tengah,5,Lombok Timur,2,MotoGP,1,News,166,Olaharaga,2,Opini,11,Pariwisata,3,Pendidikan,13,Pilgub,10,Politik,31,Sepak Bola,4,Tajuk,1,Traveling,15,Viral,20,
ltr
item
Lombok Files: Didiskualifikasi Sefihak, Aktifis Ini Kritik Keras Gubernur Zul Soal Beasiswa
Didiskualifikasi Sefihak, Aktifis Ini Kritik Keras Gubernur Zul Soal Beasiswa
https://1.bp.blogspot.com/-whRCaBq-lhs/XP8IviUDkTI/AAAAAAAAAbI/ptKPcZRpEtErW9rwasiNfIQkuf9eZ_5MgCLcBGAs/s320/beasiswa-gubernur.png
https://1.bp.blogspot.com/-whRCaBq-lhs/XP8IviUDkTI/AAAAAAAAAbI/ptKPcZRpEtErW9rwasiNfIQkuf9eZ_5MgCLcBGAs/s72-c/beasiswa-gubernur.png
Lombok Files
http://www.lombokfiles.com/2019/06/didiskualifikasi-sefihak-aktifis-ini.html
http://www.lombokfiles.com/
http://www.lombokfiles.com/
http://www.lombokfiles.com/2019/06/didiskualifikasi-sefihak-aktifis-ini.html
true
7405174042494406170
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy