Ketua Bawaslu NTB Langsung Proses Penyebar Sabun dan Jilbab Ijo di Janapria

Bacaberita.today - Ancaman berat menanti pasangan calon yang melakukan pelanggaran pemilu sesuai ketentuan pasal 135 ayat a Undang-undang n...

Bacaberita.today - Ancaman berat menanti pasangan calon yang melakukan pelanggaran pemilu sesuai ketentuan pasal 135 ayat a Undang-undang nomor 7 tahun 2017. Pasangan calon yang melakukan pelangaran secara masif, terstruktur dan sistematis bisa dikenakan sanksi administratif berupa pembatalan pasangan calon atau diskualifikasi.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid saat dikonfirmasi awak media di Sekretariat Panwascam Janapria, Lombok Tengah, Rabu dini hari. Tim Bawaslu NTB turun ke Janapria setelah mendapat laporan dari Panwascam Janapria terkait barang sitaan money politik pada hari tenang berupa sabun mandi, jilbab dan tasbih di Desa Kerembong.

Dijelaskan, terhadap temuan dugaan money politik di Desa Kerembong, Kecamatan Janapria, Bawaslu telah meminta Panwascam melakukan tindakan dasar penanganan pelanggaran. Panwascam diminta mencatat pelaku, tempat kejadian, saksi dan lain. "Hari Rabu baru dilakukan klarifikasi. Tidak mungkin dilakukan malam ini," terang Khuwailid.

Khusus untuk saksi, Panwascam Janapria telah lakukan klarifikasi. Hal itu dilakukan karena saksi akan berangkat keluar daerah. Untuk saksi, Bawaslu juga telah meminta Panwascam menggali kemungkinan adanya saksi lain. Sedangkan pelapor dalam perkara ini akan diklarifikasi setelah tugas sebagai KPPS di Kerembong mulai longgar.


Jika dugaan pelanggaran pemilu di Desa Kerembong memenuhi syarat formal dan formil baru akan diproses lebih lanjut. Kalaupun perkara di Kerembong murni Tindakan pidana pemilu pelaku bisa dijerat pasal 187 terkait perbuatan menjanjikan atau memberikan barang ke pemilih.

"Kami belum berani pastikan siapa yang lakukan pelanggaran. Apakah orang perorang atau yag lain. Semuanya masih diproses. Untuk proses di pengawas setidaknya membutuhkan waktu lima hari," terangnya.

Jika dugaan pelanggaran yang diproses Panwaslu masuk kategori pidana selanjutnya dilakukan pembahasan dengan Gakumdu. Pembahasan dengan Gakumdu menyangkut pasal yang dikenakan dalam peristiwa tersebut.
"Ada beberapa dugaan money politik yang kami tangani. Di Bima sedang telusuri kasus mie instan. Selain itu penanganan Sabun, Jilbab dan Tasbih di Desa Kerembong dan Desa Landah, Lombok Tengah," jelasnya.

Sementara itu, dugaan money politik Sabun, Jilbab dan Tasbih terjadi di Dusun Kuang Mayung, Desa Kerembong, Kecamatan Janapria. Paket sabun mandi merek GIV diduga disebar tim paslon Ali Sakti, H Slekak. Serangan dilakukan sejak Selasa sore hingga malam hari H-1 pencoblosan.

Satu paket money politik yang dibungkus plastik berisi tiga buah sabun disertai calon nomor 4.

Kasus itu terungkap setelah penerima menceritakan ke salah satu timses Suhaili-Amin. Selanjutnya timses tersebut melapor ke Panwas dan Kades.

Menurut saksi Supardi, dirinya diantarkan barang itu oleh H Slekak namun tidak berpesan apapun ke saksi saat itu "Saya baru pulang dari Bodak, terus diantarkan barang itu, memang tak ada pesan apapun dari si pengantar paket, cuma ada stiker di dalamnya," ungkapnya saat klarifikasi di depan Gakumdu Polres Loteng dan pihak Panwascam.
Selain menengamankan Paket Sabun, Panwas juga mengamankan 17 buah jilbab hijau yang diduga dari paslon Nomor 3 Zul-Rohmi.

Menurut saksi Mahrum alias amaq Rum asal Segara Langun, dirinya diberikan jilbab oleh Muhli warga Juring sekitar tiga hari lalu bersama dengan stiker. Namun menurutnya tidak ada Pesan pesan dari Muhli. "Yang menyerahkan ke saya adalah Istrinya Muhli, terus saya suruh istri saya yang edarkan" katanya.

Pernyataan Mahrum bertolak belakang dengan dengan informasi dari masyarakat. Jilbab itu harus dipakai saat pencoblosan dan harus coblos nomor 3, kalau tidak maka jadi hutang.

Sementara itu, Ketua Panwascam Janapria, Sahman mengatakan, kasus Sabun dan Jilbab segera dilimpahkan ke Bawaslu Kabupaten untuk diteruskan ke Gakumdu Polres Loteng. "Paling lambat tiga atau tujuh hari, tergantung jenis pelanggarannya" tutupnya.

COMMENTS

-- Lombok Files Tengah Artikel
Name

berita,61,Daerah,54,Entrepreneurship,2,Headlines,73,Lifestyle,5,Lombok Tengah,7,Lombok Timur,4,MotoGP,1,News,167,Olaharaga,2,Opini,11,Pariwisata,4,Pendidikan,16,Pilgub,10,Politik,31,Sepak Bola,4,Tajuk,1,Traveling,15,Viral,20,
ltr
item
Lombok Files: Ketua Bawaslu NTB Langsung Proses Penyebar Sabun dan Jilbab Ijo di Janapria
Ketua Bawaslu NTB Langsung Proses Penyebar Sabun dan Jilbab Ijo di Janapria
https://2.bp.blogspot.com/-FD3FMpG5kok/WzLSjvqiMKI/AAAAAAAAAVQ/XtP-jXyH9zspYvkyAd8NkYWBel_SLBeYgCLcBGAs/s200/Jilbab-ijo-money-politik.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-FD3FMpG5kok/WzLSjvqiMKI/AAAAAAAAAVQ/XtP-jXyH9zspYvkyAd8NkYWBel_SLBeYgCLcBGAs/s72-c/Jilbab-ijo-money-politik.jpg
Lombok Files
http://www.lombokfiles.com/2018/06/ketua-bawaslu-ntb-langsung-proses.html
http://www.lombokfiles.com/
http://www.lombokfiles.com/
http://www.lombokfiles.com/2018/06/ketua-bawaslu-ntb-langsung-proses.html
true
7405174042494406170
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy